Wednesday, May 28, 2008

Kekalutan Jiwa

Lelah menepis kekalutan jiwa di setiap kata yang terlontarkan saat detik berbicara mengenai waktu.

Berdiri senyawa dengan ketukan detak jantung yang menghitung alur nadi duniaku.

Kediaman hati yang terbelah ditebah oleh demam falsafah pengukir panggung dunia.

Sejatinya melebur larut membaurkan air mata yang terteteskan di telaga kesedihan.

Dan walau sedianya diharuskan 'tuk tetap menapak wajah jejak di langit bumi,

tubuh tak kuasa lagi 'tuk menopang dirinya sendiri,

ataupun membiarkan kaki menarikan langkah 'tuk melukis kanvas langit.

Biarkan aku terbaring lemas di pembaringan yang meneduhkan terik matahariku.

Lalu biarkan aku menjarah udara yang disimpan alam 'tuk penuhi ruang hampanya,

perlahan membungkam sesuatu yang tak sempat dibisikkannya ke telinga sang petir

dan terlelap menatap mimpi yang dininabobokkan oleh nyanyian pengantar tidur

aku terbaring, terlelap dan takkan terpasung namun tetap menyimpan nafas dan menghimpun kebangkitan

untuk kembali merajai getir-getir kehidupan yang ditahtakan oleh alam

29 Mei 2008

-Rv-

Satu kehidupan , Satu kesempatan

Tiada tangis yang tidak melahirkan air mata,

Tiada tawa yang menafikan senyum dari hati,

Dan tidak ada satu tangan yang menyanyikan suara tepukan.

Maka tidak pernah ada cinta yang tidak berbuah cinta

Karena sesungguhnya cinta itu hanya untuk cinta

Cinta akan datang kepada mereka yang masih berharap sekalipun pernah dikecewakan,

kepada mereka yang masih percaya sekalipun pernah dikhianati,

dan kepada mereka yang masih mencintai sekalipun pernah disakiti.

Cinta tidak pernah bisa dipaksakan, melainkan akan berbuah dari kebersamaan cinta hati yang tulus dan mendalam.

Maka bersyukurlah jika cinta telah mengetukmu,

karena cinta itu telah mengetuk hati yang lain sebelum kamu, agar kalian bersama.

Tapi memberikan seluruh cintamu kepadanya bukanlah jaminan dia akan membalas cintamu,

jangan mengharapkan balasan cintanya, tunggulah sampai cinta berkembang dihatinya,

dan jika tidak … berbahagialah karena cinta tumbuh di hatimu

Jangan tangisi jika hati itu bukan yang dikodratkan untukmu,

karena Tuhan mungkin menghendaki kita bertemu beberapa orang yang salah sebelum bertemu orang yang tepat.

Lalu bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan,

pergilah ke tempat-tempat kamu ingin pergi,

jadilah seperti apa yang kamu inginkan,

karena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.

- .Rv -